Selasa, 16 Februari 2016

Cara Mengobati Penyakit Gula Darah Basah

Penyakit gula basah berbeda halnya dengan penderita penyakit gula darah kering yang gejalanya memiliki tubuh kering dan kurus. Lain dengan penyakit gula basah justru sebaliknya, memiliki tubuh yang gemuk disertai mudahnya terinfeksi luka pada bagian kaki dan tubuh lainnya. Luka yang ada sangat sulit disembuhkan, bahkan makin melebar serta membusuk.

Pada kesempatan kali ini admin akan melanjutkan pembahasan mengenai cara mengobati gula darah basah yang lebih menuju pada pengobatan alamiah yaitu menggunakan bahan dari Brotowali, Sirih Merah, serta Teripang ( Timun Laut ). Namun sebelum pada inti, terlebih dahulu kita simak apa itu penyakit gula darah basah ? Apa saja perbedaan gula darah basah dan kering ? Serta cara mengobati yang tepat.

Penyakit Gula Darah Basah




Gula darah adalah bahan bakar tubuh yang dibutuhkan untuk kerja otak, sistem saraf, dan jaringan tubuh yang lain. Gula darah yang terdapat di dalam tubuh dihasilkan oleh makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Rata-rata, kadar gula darah normal adalah sebagai berikut :

  • 8 jam sebelum makan atau setelah bangun pagi kadar gula darah mencapai 70-110 mg/dl
  • 2 jam setelah makan kadar gula darah mencapai 100-150 mg/dl

Penyakit gula darah ada dua yaitu hiperglikemia dan hipoglikemia. Hiperglikemia adalah keadaan seseorang memiliki kadar gula darah yang tinggi. Sedangkan hipoglikemia seseorang memiliki kadar gula darah rendah. Seseorang yang menderita hiperglikemia disebut dengan diabetes. Zaman dahulu untuk mengecek apakah seseorang menderita diabetes atau tidak yaitu melalui cek urin. Apabila hasilnya urin ternyata mengandung banyak gula maka disebut dengan diabetes atau kencing manis.

Penyakit gula darah, diabetes atau kencing manis adalah terjadi akibat kekurangan produksi insulin sehingga tubuh mengandung kadar gula darah yang tinggi. Ada juga yang disebut dengan penyakit gula darah basah dan gula darah kering. Umumnya gejala yang ditimbulkan pada penderita gula darah kering yaitu badan kururs dan kering, semakin lama berat badan tubuh semakin berkurang. Berbeda dengan penderita gula darah basah terjadi pada orang gemuk atau obesitas, yang disertai dengan munculnya infeksi luka. Luka-luka yang timbul sangat sulit disembuhkan, biasanya ada pada kaki. Setelah membaca tentang cara mngobati penyakit gula darah kering, maka kali ini akan dilanjutkan pembahasannya mengenai penyakit gula darah basah.

Penyakit Gula Darah Basah

Orang yang menderita penyakit gula darah basah biasanya terjadi pada mereka yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Gejala yang ditimbulkan adalah mudahnya terinfeksi kulit, luka-luka yang sangat sulit disembuhkan. Hal ini dikarenakan kadar gula dalam darah pasien cenderung sangat tinggi. Infeksi luka yang diderita jika tak segera dilakukan penanganan dan dibiarkan dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan semakin memburuknya infeksi yang terjadi yang pada akhirnya infeksi tersebut dapat membusuk. Jika luka telah membusuk, jalan satu-satunya untuk mencegah perluasan area yang membusuk adalah dengan jalan diamputasi atau dipotong.

Gejala Penyakit Gula Darah Basah
  • Penderita mudah merasa lapar dan haus
  • Peningkatan frekuensi penyebab sering buang air kecil
  • Mulut tampak kering akibat terjadinya dehidrasi
  • Timbulnya bau mulut pada nafas
  • Sakit kepala
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Otot sering terasa pegal yang disebabkan oleh dehidrasi
  • Lebih sensitif
  • Mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kulit terasa gatal-gatal
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Jika timbul luka dibagian tubuhnya, maka akan sangat sulit disembuhkan.

Cara Mengobati Penyakit Gula Darah Basah

Pengobatan gula darah basah apabila muncul luka

Seorang penderita diabetes basah apabila mengalami luka, maka hal tersebut akan sangat sulit untuk disembuhkan. Jika luka dibiarkan saja, itu dapat berakibat terjadinya pelebaran luka dan lama kelamaan akan membusuk. Langkah terakhir untuk menghindari pelebaran area luka adalah dengan jalan amputas

Pengobatan pada penderita yang juga mengalami tekanan darah tinggi

Seperti yang kita ketahui bahwa hipertensi merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya diabetes. Untuk itu, seseorang yang telah didiagnosa mengidap diabetes sudah selayaknya untuk bisa menjaga agar tekanan darahnya tetap normal. Hal ini bertujuan untuk menghindari kondisi yang lebih buruk bagi penderita diabetes.

Beberapa langkah untuk menurunkan hipertensi misalnya adalah dengan menghindari bahaya merokok dan minuman beralkohol, mengurangi asupan makanan yang terlalu asin, berolahraga ringan, menghindari stress, serta mencukupi asupan buah dan sayur.

Pengobatan dengan melakukan terapi ( terapi hipoglikemik oral dan terapi insulin )

Untuk melakukan terapi diabetes, Anda harus mengetahu beberapa hal berikut agar tidak terjadi komplikasi berlanjut.

  • Seberapa besar perubahan pengendalian gula darah oleh masing-masing obat yang nantinya akan dipergunakan dalam terapi
  • Kondisi medis pasien seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dll
  • Efek samping yang dapat ditimbulkan
  • Kontraindikasi terapi (pengobatan atau obat yang mungkin berpotensi berbahaya)
  • Hal-hal yang dapat mempengaruhi pasien pada saat menggunakan obat-obatan terapi, seperti kepatuhan, seperti waktu pengobatan, dosis, dll)
  • Biaya terapi dan sistem kesehatan
Pengobatan Penyakit Gula darah Basah Dengan Menggunakan Produk Herbal Denature yaitu Undiabets dan Pipeca.


Obat Penyakit Gula Darah Kering dan Basah bernama Undiabets Pipeca merupakan rekomendasi de nature untuk mengobati penyakit gula diabetes yang aman tanpa efek samping. Paket obat herbal tersebut dibuat khusus untuk mengatasi diabetes kering, diabetes basah atau diabetes tipe 1 dan tipe 2. baik yang sudah menderita penyakit gula yang akut, parah bahkan hampir amputasi bisa diatasi dengan obat denature. InsyaaAllah dengan menggunakan paket tersebut sebagai terapi obat diabetes atau gula darah akan lebih optimal dalam waktu yang relatif singkat.

Bahan-bahan Alami Obat Gula Darah/Diabetes :

  • Bratawali : memiliki kandungan kimia alkaloid (berberina dan kolumbina yang terkandung di akar dan batang ), damar lunak, pati, glikosida, pikroretosid, zat pahit pikroretin, hars, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin).

    Berfungsi sebagai penambah nafsu makan dan menurunkan kadar gula dalam darah. Sebagai obat, bratawali biasa direbus dan diminum ataupun dioleskan pada kulit untuk luka luar. Penyakit-penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan bratawali ialah rheumatic arthritis, rheumatik sendi, demam, demam kuning, kencing manis, malaria, diabetes, serta penyakit luar seperti memar, kudis, dan luka
  • Sambung Nyawa : Kandungan kimianya yaitu favonoid, tanin, saponin, steroid ( triterpenoid ). Manfaatnya sebagai antineoplastik, menurunkan panas badan, mengobati sakit limpa, sakit ginjal, sakit kulit, menurunkan tekanan darah, mengandung senyawa flavonoid untuk memperbaiki fungsi hati, menurunkan kadar gula darah, antimicrobial, antikarsinogeik, sitotoksik terhadap sel kanker, hipertensi, stroke, penyakit jantung, kolesterol tinggi, diabetes, gangguan lambung, radang pita suara, radang tengkuk, batuk dan sinusitis.
  • Teripang / timun laut ; memiliki kandungan gamapeptide sebagai anti inflamasi/peradangan, Mampu meregenerasi sel dengan sangat cepat, Untuk untuk mengaktifkan pertumbuhan sel, Dapat mengurangi rasa nyeri bahkan di katakan memiliki anti analgesik 3 kali lebih kuat dari pada paracetamol (obat golongan analgesik-antipiretik/anti nyari dan anti panas), Memelihara sirkulasi darah agar tetap lancar, Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Sirih Merah : memiliki kandungan yang bermanfaat yaitu allylprokatekol, alkaloid, kandungan cineole, kandungan ekstragol, eugenol, fenil propoda, ekstragol, Minyak astsiri. @zat flavonoid polivenol, sebagai anti kanker alami, antioksidan, sebagai tumbuhan anti-inflantasi, anti septic dan antideabetik/ anti diabetes, @alkaloid, menghambat proses pertumbuhan sel kanker, @zat karvakol, sebagai antijamur dan desinfektan alami, @senyawa eugenol, sebagai obat alami analgesik/penenang,  @senyawa kimia tannin, untuk obat alami penyembuh diare/ mencret, dan bermanfaat baik sebagai tumbuhan herbal antiseptic penyembuh luka sayat.

Demikianlah pembahasan mengenai cara mengobati penyakit gula darah basah, semoga artikel in dapat membantu pilihan bagi Anda yang ingin menemukan pengobatannya. Undiabets dan Pipeca adalah obat herbal yang dapat membantu mengobati gula darah basah yang aman tanpa efek samping. Silahkan untuk pemesanan hubungi kami.



Senin, 15 Februari 2016

Cara Mengobati Gula Darah Kering

Bagaimana cara mengobati gula darah kering secara alami?

Tepat sekali anda membaca artikel ini, disini kami mengulas tips cara mengobati gula darah kering dengan memanfaatkan tanaman-tanaman alami yang sudah di kenal khasiatnya untuk mengatasi penyakit gula darah kering ini. namun sebelum pembahasan kita pada topik utama, alangkah baiknya anda mengetahui apa itu gula darah kering.

Cara Mengobati Gula Darah Kering

Penjelasan Gula Darah kering

Gula darah/ Diabetes kering digunakan bagi penderita Gula darah tanpa luka ataupun infeksi, sedangkan tipe basah digunakan pada penderita Gula darah yang memiliki komplikasi berupa luka yang sulit sembuh.

Tidak ada perbedaan bahwa seseorang dikatakan tipe kering dan orang yang lain memiliki tipe yang basah. Terjadi nya luka merupakan hal yang wajar pada manusia, namun pada penderita Diabetes, terutama yang kadar gula darah nya tinggi dan tidak terkontrol, luka menjadi sulit sembuh. Luka membutuhkan waktu lebih lama dan perawatan lebih pada orang dengan diabetes, karena luka yang tidak ditangani dengan baik dapat berlanjut menjadi infeksi yang kemudian berlanjut menjadi ganrene atau kematian jaringan dan berakibat perlu nya dilakukan tindakan amputasi.

Mungkin istilah kering, lebih digunakan untuk penderita Diabetes dengan kadar gula darah yang terkontrol, tidak tinggi, sehingga meskipun terjadi luka, luka akan lebih mudah ditangani dan lebih cepat sembuh. Sedangkan pada penderita yang tidak konsumsi obat, kadar gula darah tidak dikontrol dengan baik dan cenderung selalu tinggi, kemudian mengalami luka, maka luka akan cenderung sulit sembuh dan jika tidak ditangani akan terus berlanjut menajdi lebih parah.

Gejala penyakit gula darah kering

Penyakit gula kering sebenarnya adalah kondisi yang menggambarkan kondisi pasien yang mulai kehabisan sumber energi didalam tubuhnya. Pasien yang mengalami penyakit gula kering biasanya mulai sulit untuk mendapatkan energi dari setiap makanan yang dikonsumsinya. Ada beberapa gejala penyakit gula kering yang bisa anda kenali, berikut ini daftarnya:

1. Cepat Haus dan Sering Buang Air Kecil

Apabila anda salah satu tipe orang yang mudah haus dan sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil, anda perlu mengecek kadar gula darah anda untuk memasikan anda aman dari penyakit gula darah. Kadar glukosa pada orang yang mengalami penyakit gula / diabetes biasanya berlebihan sehingga memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk menyerap kadar gula tersebut. Kerja berat yang dilakukan oleh ginjal ini kadang membuat ginjal tidak bisa mengimbanginya dan akhirnya melakuan ekskresi kelebihan gula tersebut melalui urin dan inilah yang memicu anda menjadi lebih sering buang air kecil.

Buang air kecil terlalu sering pada akhirnya membuat tubuh anda kehilangan banyak cairan tubuh sehingga memicu merasa cepat haus dan dehidrasi.

2. Mudah Merasakan Lelah Meskipun Tidak Melakukan Aktivitas Berat

Mudah lelah kadang dianggap sepele karena banyak sekali yang mengakibatkan orang merasa lelah. Perlu anda ketahui bahwa lelah merupakan gejala penyakit gula kering yang memang biasanya terjadi akibat suplai energi dalam tubuh kurang. Suplai energi dari makanan terganggu karena insulin tidak mampu menyerap sari makanan tersebut dari aliran darah. Mudah lelah juga berkaitan dengan kebiasaan sering buang air kecil yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan penting yang berguna untuk beraktivitas.
 
3. Penurunan Berat Badan Yang Signifikan

Penurunan berat badan sering dijumpai sebagai gejala penyakit gula kering yang menyerang masyarakat. Beberapa faktor yang menyebabkan fluktuasi berat badan diantaranya berkurangnya jumlah kalori dalam tubuh, dan berkurangnya glukosa karena banyak buang air kecil. Penyakit gula darah juga menyebabkan anda merasa mudah lapar dan meskipun anda makan yang banyak, anda akan merasakan rasa lapar itu lagi karena sumber energi tidak terserap dengan baik. Penurunan berat badan juga terjadi sangat signifikan untuk penderita diabetes tipe 1.

4. Gangguan Penglihatan

Tingginya kadar gula darah menyebabkan penarikan cairan yang berada dalam sistem jaringan tubuh termasuk pada lensa mata. Gangguan yang disebabkan oleh diabetes ini menyebabkan fokus pada mata terganggu dan menyebabkan penglihatan anda menjadi kabur. Pada penyakit gula darah ringan, ssesorang tidak begitu merasakan gangguan penglihatan yang berarti namun jika tidak segera diobati maka akan terjadi kerusakan pada jaringan mata dan memicu resiko kehilangan penglihatan atau kebutaan.

5. Bila Luka Susah Sembuh

Salah satu gejala penyakit gula kering yang bisa diamati dengan kondisi fisik adalah pengataman pada luka seseorang. Pada orang yang memiliki kadar gula berlebihan akan kesulitan untuk memulihkan luka atau infeksinya. Tingkat gula mempengaruhi proses penyembuhan alami yang dilakukan oleh tubuh anda dan mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi yang terjadi.

6. Sering Kesemutan

Beberapa tahun ini kesemutan telah menjadi penanda gejala penyakit gula kering di masyarakat. Secara ilmiah hal ini memang bisa dijelaskan karena kelebihan glukosa dalam darah menyebabkan penyumbatan darah dan menyebabkan kerusakan saraf. Apabila anda sering mengalami kesemutan pada kaki dan tangan atau bahkan mati rasa pada lengan, tangan dan kaki maka anda perlu melakukan cek darah untuk memastikan kondisi glukosa dalam darah anda.

7. Kelainan pada Gusi

Beberapa kasus penyakit gula darah telah memberikan bukti bahwa terjadi penurunan kemampuan untuk melawan kuman yang masuk kedalam tubuh. Hal ini juga meningkatkan resiko pada gusi dan gigi anda. Gejalanya bisa dilihat dari pembengkakan, warna yang memerah dan kondisi gigi yang menjadi longgar.

8. Mempunyai Masalah Kulit

Gejala penyakit gula kering yang diamati pada masalah kulit memang belum sering digunakan karena beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lagi. Masalah kulit pada dasarya dapat digunakan untuk mengetahui kondisi insulin didalam tubuh. Apabila orang memeliki kulit yang sering gatal, kering dan terjadi penggelapan pada area leher dan ketiak (acanthosis nigricans) bisa diindikasikan mengalami resistenssi insulin. Gejala masalah kulit ini masih perlu dikonsultasikan kepada dokter karena pada beberapa kasus terjadinya resistensi insulin dengan kadar gula yang normal.( baca juga Cara mengobati gula darah dengan kayu manis )

9. Infeksi Jamur

Jamur bisa menjadi indikasi gejala penyakit gula darah karena pada orang yang mengalami diabetes kemampuan untuk mengatasi virus dan bakteri mulai turun. Sistem kekebalan tubuh yang tidak mampu menghadapi serangan ini membuat jamur bisa terjadi pada manusia. Infeksi yang diakibatkan jamur perlu diwaspadai terutama pada wanita yang sering mengalami keputihan. Infeksi jamur juga sering terjadi pada kulit tubuh yang lembab.

Tips Cara mengobati Gula Darah kering dengan Undiabetes

Berdasarkan uraian di atas, solusi yang tepat untuk mengobati penyakit gula darah kering yaitu dengan mengkonsumsi obat Undiabetes. obat ini merupakan perpaduan dari tanaman brotowali, timun laut, dan sambung nyawa dimana tanaman ini sudah di percaya khasiatnya dalam mengobati penyakit gula darah kering.

Bratawali, brotowali, atau akar aliali (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hoff.f.; juga T. cordifolia (Thunb.) Miers dan T. rumphii Boerl.) adalah tanaman obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar di hutan. Rebusan batangnya yang terasa sangat pahit biasa dijadikan obat rematik, mengurangi gula darah, menurunkan panas, dan membantu mengurangi gejala kencing manis. Di Indonesia, selain dikenal dengan nama bratawali, tanaman ini juga dikenal dengan nama daerah andawali, antawali, putrawali atau daun gadel. Klasifikasi dari tanaman ini termasuk kedalam famili tanaman Menispermaceae. Tanaman ini kaya kandungan kimia antara lain alkaloid (berberina dan kolumbina yang terkandung di akar dan batang, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, hars, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin).

Daun Sambung Nyawa atau Sambung Nyawa atau Sambung Nyowo atau Akar Sebiak yang nama Latinnya adalah Gynura procumbens ialah salah satu jenis tanaman asli indonesia yang sudah lama dipakai oleh masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit. Sambung Nyawa banyak terdapat di Pulau Jawa dan Sumatera, sebagian tumbuh liar di pulau Bali. ( Baca Juga Cara Mengobati Fistula Ani Tanpa Operasi )

Teripang atau trepang atau timun laut adalah istilah yang diberikan untuk hewan invertebrata Holothuroidea yang dapat dimakan. Ia tersebar luas di lingkungan laut di seluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat.

Di dalam jurnal-jurnal internasional, istilah trepang atau beche-de-mer tidak pernah dipakai dalam topik-topik keanegaragaman, biologi, ekologi maupun taksonomi. Dalam subjek-subjek ini, terminologi yang dipakai untuk menggambarkan kelompok hewan ini adalah sea cucumbers atau holothurians (disebut holothurians karena hewan ini dimasukkan dalam kelas Holothuroidea). Kelompok timun laut yang ada di dunia ini lebih dari 1200 jenis, dan sekitar 30 jenis di antaranya adalah kelompok teripang.

Teripang adalah hewan yang bergerak lambat, hidup pada dasar substrat pasir, lumpur pasiran maupun dalam lingkungan terumbu. Teripang merupakan komponen penting dalam rantai makanan di terumbu karang dan ekosistem asosiasinya pada berbagai tingkat struktur pakan (trophic levels). Teripang berperan penting sebagai pemakan deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder). Di wilayah Indo-Pasifik, pada daerah terumbu yang tidak mengalami tekanan eksploitasi, kepadatan teripang bisa lebih dari 35 ekor per m2, dimana setiap individunya bisa memproses 80 gram berat kering sedimen setiap harinya.

Beberapa spesies teripang yang mempunyai nilai ekonomis penting diantaranya: teripang putih (Holothuria scabra), teripang koro (Microthele nobelis), teripang pandan (Theenota ananas), teripang dongnga (Stichopu ssp) dan beberapa jenis teripang lainnya.

Agar pengobatan gula darah kering, anda juga harus menghindari beberapa makan seperti di bawah ini:

  • Minuman Berkafein dan alkohol. Dari beberapa hasil membuktikan bahwa kafein tidak baik dikonsumsi oleh penderita gula darah atau diabetes. Alkohol adalah minuman yang memperberat kinerja hati dan pankreas yang bertugas mengolah insulin. Hindari segala jenis minuman yang mengandung alkohol dan juga kafein. Dampaknya dapat memperburuk kondisi si penderita.
  • Mie dan Pasta. Kandungan karbohidrat tinggi pada mie dan pasta juga merupakan larangan makanan bagi orang yang memiliki penyakit diabetes atau gula darah. Dapat melonjakkan kadar gula darah dengan cepat. Jadi, baik mie maupun pasta ataupun makanan instan lainnya harus dihindari.
  • Roti. Jika Anda adalah penggemar camilan namun ketika mengalami masalah dengan gula darah, sebaiknya gantilah roti dengan camilan lainnya. Roti putih yang kini banyak beredar diwarung, toko, atapun swalayan dibuat dari tepung terigu. Ada baiknya Anda membuat sendiri dirumah yang bahan-bahannya dari tepung gandum utuh, memang dikatakan sedikit lebih mahal. Tapi apa boleh buat ?? agar kadar gula darah anda tetap stabil, maka jangan sekali-sekali Anda bersikeras mengkonsumi roti sembarangan.
  • Kentang. Sayuran ini termasuk makanan yang mengandung banyak karbohidrat, walaupun tidak sebanyak nasi dan mie. Alangkah baiknnya Anda menghindari kentang, baik yang di goreng, dipanggang ataupun direbus.
  • Makanan dan minuman mengandung gula. Gula buatan ( fruktosa dan laktosa ) terutama, sangat dilarang bagi penderita gula darah atau diabetes. Makanan yang mengandung gula sudah jelas-jelas jadi pantangan untuk penderita gula. Karena tubuh sedang mengalami gangguan produksi insulin yang menyembabkan tidak ada lagi yang mengontrol kadar gula darah, maka makanan yang mengandung gula tentu saja harus dikurangi.
  • Makanan berminyak/kolesterol tinggi. Makanan berminyak dan yang mengandung gula seringkali memberikan asupan kalori yang terlalu berlebihan. Sementara itu, kandungan nutrisinya malah lebih sedikit. Inilah yang menyebabkan mengapa penderita diabetes sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan tersebut, mengingat umumnya makanan tersebut menjadi pemicu obesitas dan seringkali memicu penyakit diabetes.
  • Buah. Buah sebetulnya tidak dilarang karena pada dasrnya buah memiliki serat tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Namun pilihlah buah yang tidak memiliki kadar gula tinggi agar tidak membuat lonjakan kadar gula darah tinggi seperti nangka dan duren. Jeruk, apel, pir, alpukat masih diperbolehkan untuk penderita diabetes.
  • Olahraga berat. Pantangan makanan penderita diabetes yang terakhir rupanya tidak terkait dengan makanan. Olahraga memang disarankan bagi penderita diabetes agar mereka dapat menjaga kestabilan gula darah mereka. Namun mengingat kondisi fisik mereka yang lemah akibat kadar gula darah mereka, disarankan agar melakukan olahraga ringan dan tidak berlebihan. Jika tidak, ditakutkan tubuh akan mengalami dehidrasi dan itu hanya akan memperburuk kondisi kesehatan mereka.
Demikianlah tips cara mengobati gula darah kering yang harus anda ikuti, semoga dapat membantu mengatasi anda dalam proses pengobatan gula darah yang anda derita. terimakasih.

Cara Mengobati Gula Darah Dengan Kayu Manis

Temukan Tips Cara mengobati gula darah dengan kayu manis bersama www.caramengobatiguladarah.com untuk menurunkan gula darah tinggi, menormalkan gula darah rendah secara alami yang aman.

Cara Mengobati Gula Darah Dengan Kayu Manis

Penjelasan Gula darah

"Di lansir dari wikipedia". Dalam ilmu kedokteran, gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh.

Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari, sebelum orang makan.

Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah.Meskipun disebut "gula darah", selain glukosa, kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya, seperti fruktosa dan galaktosa. Namun, hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin.

Bila level gula darah menurun terlalu rendah, berkembanglah kondisi yang bisa fatal yang disebut hipoglikemia. Gejala-gejalanya adalah perasaan lelah, fungsi mental yang menurun, rasa mudah tersinggung, dan kehilangan kesadaran.

Bila levelnya tetap tinggi, yang disebut hiperglikemia, nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang berkepanjangan pula yang berkaitan dengan diabetes, termasuk kerusakan pada mata, ginjal, dan saraf. Peningkatan rasio gula darah disebabkan karena terjadi percepatan laju metabolisme glikogenolisis dan glukoneogenesis yang terjadi pada hati.

Pengaturan Gula Darah

Tingkat gula darah diatur melalui umpan balik negatif untuk mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Level glukosa di dalam darah dimonitor oleh pankreas. Bila konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang menargetkan sel-sel di lever (hati). Kemudian sel-sel ini mengubah glikogen menjadi glukosa (proses ini disebut glikogenolisis). Glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah, hingga meningkatkan level gula darah.

Apabila level gula darah meningkat, entah karena perubahan glikogen, atau karena pencernaan makanan, hormon yang lain dilepaskan dari butir-butir sel yang terdapat di dalam pankreas. Hormon ini, yang disebut insulin, menyebabkan hati mengubah lebih banyak glukosa menjadi glikogen. Proses ini disebut glikogenosis), yang mengurangi level gula darah.


Diabetes mellitus tipe 1 disebabkan oleh tidak cukup atau tidak dihasilkannya insulin, sementara tipe 2 disebabkan oleh respon yang tidak memadai terhadap insulin yang dilepaskan ("resistensi insulin"). Kedua jenis diabetes ini mengakibatkan terlalu banyaknya glukosa yang terdapat di dalam darah.

Sebagian orang merasa mengantuk atau fungsi kognitifnya menurun beberapa jam setelah makan, yang mereka yakini berkaitan dengan menurunnya tingkat gula darah, atau "gula darah rendah".

Tips Cara Mengobati Gula Darah Dengan Kayu Manis

Dari uraian di atas setelah di ketahui apa itu gula darah, sekaranglah saat nya untuk menunjukan tips cara mengobati gula darah dengan membuat ramuan dari kayu manis.

Kayu manis (Cinnamomum verum, sin. C. zeylanicum) ialah sejenis pohon penghasil rempah-rempah. Termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, manis, dan pedas. Orang biasa menggunakan rempah-rempah dalam makanan yang dibakar manis, anggur panas.

Kayu manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu, dan disebutkan beberapa kali di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Kayu manis juga secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, dengan dicampur madu.

Salah satu penelitian yang mendukung adalah penelitian yang dilakukan Dr. Richard Anderson dan koleganya untuk menguji efek kayu manis terhadap kadar gula darah, total kolesterol, trigliserida, HDL kolesterol, dan LDL kolesterol.

Penelitian ini melibatkan 60 orang penderita diabetes tipe 2 yang terdiri dari 30 pria dan 30 wanita berusia rata-rata 50 tahun ke atas. Mereka dibagi menjadi 6 kelompok yang dipilih acak.

Kelompok pertama mengonsumsi 1 gr kayu manis per hari, kelompok kedua mengonsumsi 3 gr, dan kelompok ketiga mengonsumsi 6 gr kayu manis per hari.

Kelompok 3, 4, dan 5 mengonsumsi kapsul plasebo dengan jumlah yang sama dengan konsumsi kayu manis pada kelompok 1,2, dan 3. Setelah 40 hari, kelompok yang mengonsumsi kayu manis turun kadar gula darahnya sebesar 18-29%, trigliserida 23-30%, kolesterol LDL 7-27%. Namun, tidak ditemukan adanya perubahan signifikan pada HDL kolesterol.

Ini berarti mengonsumsi kayu manis 1, 3, 6 gr per hari bagi penderita diabetes tipe 2 dapat menurunkan kadar gula darah dan resiko komplikasi diabetes yang berhubungan dengan darah tinggi dan jantung.

Sedangkan kapsul plasebo tidak memiliki efek apapun terhadap kadar gula darah dan total kolesterol maupun LDL kolesterol. Banyak penderita diabetes yang telah mencoba untuk menambahkan setengah sendok teh kayu manis dalam teh saat sarapan selama beberapa bulan dan mendapati bahwa kadar gula darah mereka turun.

Kayu manis telah diteliti dapat meningkatkan metabolisme glukosa. Perlu ditekankan bahwa kayu manis tidak akan menyembuhkan penyakit gula Anda, kayu manis hanya dapat menurunkan kadar gula dalam darah.

Tentunya, bukan berarti mengonsumsi kayu manis Anda bebas mengonsumsi gula dan karbohidrat. Makanan tetap harus dijaga. Untuk menambahkan kayu manis dalam diet diabetes Anda cobalah ikuti instruksi ini.

  • Selalu konsultasikan pada dokter jika Anda ingin menambahkan ¼-½ sendok teh kayu manis per hari dalam menu diet Anda. Meski ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa kayu manis menurunkan kadar gula darah, tetapi dokter Anda juga wajib tahu tambahan makanan dalam menu diet diabetes Anda.
  • Selalu gunakan takaran yang sama tiap hari untuk menghindari kadar gula yang naik-turun.
  • Gunakan kayu manis bubuk atau batangan. Karena methylhydroxychalcone polymer (MHCP), kandungan utama pada kayu manis yang memiliki efek mirip insulin dan menaikkan kesensitifan insulin, tidak ditemukan pada minyak kayu manis.

Meskipun masih ada banyak perdebatan tentang efek kayu manis, namun tidak ada salahnya untuk menambahkan ¼-½ sendok teh kayu manis. Tidak ada efek samping kecuali Anda alergi kayu manis.

Demikianlah Tips Cara mengobati gula darah yang dapat kami sampaikan kepada anda. baca juga artikel tentang cara mengobati diabetes dengan daun kersen. semoga bermanfaat untuk anda.

Cara Mengobati Diabetes Dengan Daun Kersen

Cara mengobati diabetes dengan daun kersen. Anda mungkin sudah mengenal dekat dengan tanaman yang satu ini, kersen. Merupakan tanaman yang memiliki buah kecil, jika sudah matang berwarna merah cerah, dan rasanya manis. Sebagian orang juga menyebutnya sebagai buah ceri-cerian. Tanaman kersen ini bukan hanya dikenal sebagai tanaman biasa, banyak khasiat dan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Berikut ini kami akan seikit membahas tentang salah satu khasiat dari kersen sebagai obat diabetes.
 

Daun kersen terletak mendatar, berseling; helaian daun tidak simetris, bundar telur lanset, tepinya bergerigi dan berujung runcing, panjang dan lebarnya sekitar 1-4 × 4-14 cm, sisi bawah berambut kelabu rapat; bertangkai pendek. Daun penumpu yang sebelah meruncing bentuk benang, lk. 0,5 cm, agak lama lalu mengering dan rontok, sementara sebelah lagi rudimenter.

Bunga kersen, muncul di antara dedaunan, berisi 1-3(-5) kuntum, terletak di ketiak agak di sebelah atas tumbuhnya daun; bertangkai panjang; berkelamin dua dan berbilangan 5; kelopak berbagi dalam, taju meruncing bentuk benang, berambut halus; mahkota bertepi rata, bundar telur terbalik, putih tipis, gundul, lk. 1 cm. Benang sari berjumlah banyak, 10 sampai lebih dari 100 helai. Bunga yang mekar menonjol keluar, ke atas helai-helai daun; namun setelah menjadi buah menggantung ke bawah, tersembunyi di bawah helai daun. Umumnya hanya satu-dua bunga yang menjadi buah dalam tiap berkasnya. ( sumber : wikipedia )


Buah kersen yang warnanya merah serta rasanya yang manis membuat banyak disukai oleh anak-anak, burung maupun codot. Buah ini juga dapat dijadikan selai. Pohon kersen di Indonesia mudah dijumpai. Biasanya pohon ini dijadikan tempat teduh bagi tukang becak di Indonesia.

Kayu kersen lunak dan mudah kering, sangat berguna sebagai kayu bakar. Kulit kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut. Daunnya dapat dijadikan semacam teh.

Burung-burung pemakan buah, seperti kelompok merbah dan burung cabe, sering mengunjungi pohon ini di waktu siang untuk memakan buah atau sari buahnya yang manis. Di waktu hari gelap, berganti aneka jenis kelelawar pemakan buah yang datang dengan tujuan yang sama. Biji kersen tidak tercerna oleh burung dan codot, karena itu kedua kelompok hewan ini sekaligus berfungsi sebagai pemencar bijinya.

Cara Mengobati Diabetes Dengan Daun Kersen

Kersen bukan hanya sebagai pohon peneduh, banyak khasiat dan manfaat yang dapat kita ambil darinya. Berkhasiat untuk membantu kesehatan tubuh kita diantaranya dapat melindungi fungsi otot jantung, Antihipertensi, antikolesterol, antiseptik, antitumor, bahakan sebagai pengobatan alami penyakit diabetes. Disini akan dibahas mengenai cara mengobati diabetes dengan daun kersen.

Daun kersen atau daun talok diyakini bisa berkhasiat untuk menurunkan kadar gula bagi penderita diabetes. Hal itu karena daun ini mengandung senyawa kimia saponin dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menyekresi hormone insulin yang bekerja untuk metabolisme gula. Anda bisa membuat ramuan dengan cara mengambil 100 gram daun kersen, cuci hingga bersih, lalu rebus dengan satu liter air dan biarkan hingga airnya tersisa setengahnya. Minumlah dua kali sehari, masing-masing satu gelas. Bukan saja daunnya, kali ini banyak juga yang mengambil buahnya sebagai pencegahan dan penurun kadar gula darah.

InsyaaAllah sangat bermanfaat bagi Anda yang menginginkan kesembuhan dari penyakit diabetes dengan memilih daun kersen sebagai obatnya. Kadar gula darah Anda akan tetap terkontrol dengan rutin meminum rebusan daun kersen. Demikianlah informasi dari kami semoga bermanfaat..


Minggu, 14 Februari 2016

Cara Mengobati Diabetes Dengan Terapi

Cara mengobati diabetes dengan terapi kini sudah mulai berkembang pesat, baik terapi menggunakan obat herbal, terapi farmakologi, maupun dengan tehnik pijat pada titik-titik saraf. Namun pada kesempatan kali ini, admin akan membahas salah satu terapi diabetes yaitu Farmakologi.

Cara Mengobati Diabetes Dengan Terapi

Terapi farmakologi terbagi menjadi dua cara yaitu terapi hipoglikemik oral dan terapi sulih insulin. Berikut penjelasannya :

Obat Hipoglikemik Oral (OHO)

Golongan sulfonilurea seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah glipizid, gliburid, tolbutamid dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya.

Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulinnya sendiri. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus.

Obat hipoglikemik per-oral biasanya diberikan pada penderita diabetes tipe II jika diet dan oleh raga gagal menurunkan kadar gula darah dengan cukup.

Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian.

Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.

Terapi Sulih Insulin

Suntik insulinPada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sehingga harus diberikan insulin pengganti. Pemberian insulin hanya dapat dilakukan melalui suntikan, insulin dihancurkan di dalam lambung sehingga tidak dapat diberikan per-oral (ditelan).

Bentuk insulin yang baru (semprot hidung) sedang dalam penelitian. Pada saat ini, bentuk insulin yang baru ini belum dapat bekerja dengan baik karena laju penyerapannya yang berbeda menimbulkan masalah dalam penentuan dosisnya.

Insulin disuntikkan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri.

Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda:

  1. Insulin kerja cepat.
    Contohnya adalah insulin reguler, yang bekerja paling cepat dan paling sebentar.
    Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam.
    Insulin kerja cepat seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan.
  2. Insulin kerja sedang.
    Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan.
    Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam.
    Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.
  3. Insulin kerja lambat.
    Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan.
    Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam.


Sediaan insulin stabil dalam suhu ruangan selama berbulan-bulan sehingga bisa dibawa kemana-mana.

Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:
  • Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya
  • Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosisnya
  • Aktivitas harian penderita
  • Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya
  • Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari

Sediaan yang paling mudah digunakan adalah suntikan sehari sekali dari insulin kerja sedang. Tetapi sediaan ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal.

Kontrol yang lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yaitu insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur malam.

Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang hari.

Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya; penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulinnya tergantung kepada makanan, olah raga dan pola kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.

Beberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh, karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistansi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.

Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan dibawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam.

Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.

Pengaturan diet sangat penting. Biasanya penderita tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Tetapi cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan.

Semua penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olah raga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi.

Penderita juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki sehingga kukunya harus dipotong secara teratur. Penting untuk memeriksakan matanya supaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata.

Demikianlah tips cara mengobati diabetes dengan terapi yang kami ulas pada artikel ini, jangan lupa baca juga cara mengobati diabetes dengan insulin. Semoga bermanfaat

Cara mengobati diabetes dengan insulin

Diabetes seringkali membuat penderitanya mendadak lemas dan penglihatannya kabur, hal ini di sebabkan tingginya kadar gula di dalam darah penderitanya. oleh karenanya, cara mengobati diabetes dengan insulin menjadi alternatif terbaik saat gula darah mendadak tinggi. anda dapat melihat seperti apa itu insulin pada gambar di bawah ini:

Cara mengobati diabetes dengan insulin

Insulin kini banyak tersedia di dokter-dokter yang buka praktek sendiri atau di rumah sakit terdekat. karena penggunaan insulin ini harus di sesuaikan dengan dosisnya, sehingga obat ini tidak di jual bebas di pasaran.

Apa itu Insulin?

Pada artikel ini juga menjelaskan tentang protein insulin yang di gunakan untuk perawatan diabetes. Insulin (dari bahasa Latin , insula berarti pulau) adalah hormon peptida yang diproduksi oleh sel beta di pankreas , dan oleh Brockmann tubuh dalam beberapa ikan teleost . Ini mengatur metabolisme dari karbohidrat dan lemak dengan mempromosikan penyerapan glukosa dari darah ke otot rangka dan jaringan lemak dan dengan menyebabkan lemak disimpan ketimbang digunakan untuk energi. Insulin juga menghambat produksi glukosa oleh hati.

Kecuali di hadapan gangguan metabolisme diabetes mellitus dan sindrom metabolik , insulin disediakan dalam tubuh dalam proporsi konstan untuk menghilangkan kelebihan glukosa dari darah, yang jika tidak akan menjadi racun. Ketika kadar glukosa darah turun di bawah tingkat tertentu, tubuh mulai menggunakan glukosa disimpan sebagai sumber energi melalui glikogenolisis , yang memecah glikogen yang tersimpan di hati dan otot menjadi glukosa, yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Sebagai mekanisme kontrol metabolik pusat, statusnya juga digunakan sebagai sinyal kontrol untuk sistem tubuh lainnya (seperti asam amino penyerapan oleh sel-sel tubuh). Selain itu, ia memiliki beberapa lainnya anabolik efek di seluruh tubuh.

Ketika kontrol kadar insulin gagal, diabetes mellitus dapat hasil. Sebagai akibatnya, insulin digunakan secara medis untuk mengobati beberapa bentuk diabetes mellitus. Pasien dengan diabetes tipe 1 bergantung pada insulin eksternal (paling sering disuntikkan subkutan ) untuk kelangsungan hidup mereka karena hormon tidak lagi diproduksi secara internal. Pasien dengan diabetes tipe 2 sering resisten insulin dan, karena perlawanan tersebut, mungkin menderita "relatif" kekurangan insulin. Beberapa pasien dengan diabetes tipe 2 mungkin akhirnya membutuhkan insulin jika modifikasi diet atau obat lain gagal untuk mengontrol kadar glukosa darah secara memadai. Lebih dari 40% dari orang-orang dengan diabetes tipe 2 membutuhkan insulin sebagai bagian dari rencana manajemen diabetes mereka.

Insulin mungkin berasal lebih dari satu miliar tahun yang lalu. Asal-usul molekul insulin pergi setidaknya sejauh kembali sebagai uniseluler sederhana eukariota . Terlepas dari hewan, protein insulin-seperti juga diketahui ada di Jamur dan kerajaan Protista. The protein insulin manusia terdiri dari 110 asam amino , dan memiliki massa molekul dari 5808 Da . Ini adalah dimer dari A-rantai dan B-rantai, yang dihubungkan oleh ikatan disulfida . Struktur insulin sedikit bervariasi antara spesies hewan. Insulin dari sumber hewan agak berbeda di "kekuatan" (dalam metabolisme karbohidrat efek kontrol) itu pada manusia karena variasi tersebut. Porcine insulin terutama dekat dengan manusia versi.

The struktur kristal insulin dalam keadaan padat ditentukan oleh Dorothy Hodgkin ; ia dianugerahi Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1964. Hal ini pada WHO Model Daftar Obat Esensial , obat yang paling penting yang dibutuhkan dalam dasar sistem kesehatan . 

Pada tahun 1869, saat mempelajari struktur pankreas bawah mikroskop , Paul Langerhans , seorang mahasiswa kedokteran di Berlin , mengidentifikasi beberapa gumpalan jaringan yang sebelumnya tidak diketahui tersebar di seluruh sebagian besar pankreas. Fungsi dari "tumpukan kecil dari sel", kemudian dikenal sebagai orang pulau Langerhans , awalnya tetap tidak diketahui, tetapi Edouard Laguesse kemudian menyarankan mereka mungkin menghasilkan sekresi yang memainkan peran regulasi dalam pencernaan. Anak Paul Langerhans ', Archibald, juga membantu untuk memahami peran regulasi ini. Istilah "insulin" berasal dari insula , kata Latin untuk pulau / pulau.

Pada tahun 1889, Polandia-Jerman dokter Oskar Minkowski , bekerja sama dengan Joseph von Mering , dihapus pankreas dari anjing yang sehat untuk menguji perannya diasumsikan dalam pencernaan. Beberapa hari setelah penghapusan pankreas anjing, Minkowski hewan penjaga melihat segerombolan lalat makan pada urine anjing . Pada pengujian urin, mereka menemukan gula, membangun untuk pertama kalinya hubungan antara pankreas dan diabetes. Pada tahun 1901 Eugene Lindsay Opie mengambil langkah besar ke depan ketika ia jelas mendirikan hubungan antara pulau Langerhans dan diabetes: "Diabetes mellitus ... disebabkan oleh kerusakan pulau Langerhans dan hanya terjadi ketika tubuh ini sebagian atau seluruhnya hancur ". Sebelum pekerjaan Opie, ilmu kedokteran telah ditetapkan dengan jelas hubungan antara pankreas dan diabetes, tapi bukan peran spesifik dari pulau.

Struktur insulin. Sisi kiri adalah model ruang-mengisi dari monomer insulin, diyakini aktif biologis. Karbon hijau, hidrogen putih, oksigen merah, dan nitrogen biru. Di sisi kanan adalah diagram pita dari heksamer insulin, diyakini sebagai bentuk disimpan. Sebuah unit monomer disorot dengan A rantai warna biru dan rantai B di cyan. Kuning menunjukkan ikatan disulfida, dan bola magenta adalah ion seng.

Selama dua dekade berikutnya peneliti melakukan beberapa upaya untuk mengisolasi - sebagai pengobatan yang potensial - apa pun pulau yang dihasilkan. Pada tahun 1906 George Ludwig Zuelzer mencapai keberhasilan parsial dalam mengobati anjing dengan ekstrak pankreas, tetapi ia tidak dapat melanjutkan pekerjaannya. Antara 1911 dan 1912, EL Scott di University of Chicago digunakan ekstrak pankreas berair, dan mencatat "berkurangnya sedikit glycosuria", tetapi tidak dapat meyakinkan direktur nya nilai karyanya ini; itu ditutup. Israel Kleiner menunjukkan efek serupa di Universitas Rockefeller pada tahun 1915, tetapi Perang Dunia I terganggu pekerjaannya dan ia tidak kembali ke sana.(baca juga Obat Gula Darah )

Pada tahun 1916, Nicolae Paulescu , seorang Rumania profesor fisiologi di Universitas Kedokteran dan Farmasi di Bucharest , mengembangkan berair pankreas ekstrak yang, ketika disuntikkan ke dalam diabetes anjing, memiliki efek normalisasi pada gula darah tingkat. Dia harus mengganggu eksperimennya karena Perang Dunia I , dan pada tahun 1921 ia menulis empat makalah tentang pekerjaannya dilakukan di Bucharest dan tes nya pada anjing diabetes. Belakangan tahun itu, ia menerbitkan "Penelitian tentang Peran Pankreas di Food Asimilasi".

Demikianlah tips cara mengobati diabetes dengan menggunakan insulin yang di ulas di situs ini, semoga informasi ini bermanfaat untuk anda. terimakasih.

Cara Mengobati Penyakit Gula Secara Tradisional

Dahulu sebagian besar orang awam menyebut penyakit ini sebagai penyakit gula yang tidak tahu sebab-musababnya. Namun seiring perkembangan zaman, muncul para ahli yang telah menemukan apa alasannya seseorang bisa mengalami penyakit gula. Penyakit ini dikenal dengan diabetes melitus atau kencing manis. Penyebab yang utama adalah keturunan, sangat mungkin terjadi bila seseorang memiliki riwayat diabetes maka turunannya 60% akan mengalami penyakit yang sama. Adapun kondisi serta pola makan yang tidak sehat juga memicu terjadinya penyakit gula.

Penyakit gula termasuk golongan penyakit yang cukup sulit disembuhkan. Terlebih lagi apabila penderita tidak mau mengikuti saran-saran dari dokter. Dalam artikel kali ini admin akan membahas mengenai Cara Mengobati Penyakit Gula Secara Tradisional yang diharapkan bisa bermanfaat bagi Anda.

Ada beberapa Cara Mengobati Penyakit Gula Secara Traidisional, salah satunya dengan mengambil manfaat dari Sayuran Paria. Anda sudah pasti tahu dengan sayuran ini. Bukan hanya sebagai sayuran pelengkap nasi yang kita makan. Sayuran sehat ini ternyata juga bisa sebagai jalan alternatif untuk mengobati penyakit gula atau diabbetes secara tradisional. Berikut kami berikan sedikit penjelasannya beserta metode atau cara membuat obat gula darah dari paria.

Paria Sebagai Obat Penyakit Gula Darah Tradisional


Paria memiliki banyak sebutan sebagai pare, peria, ataupun pepareh merupakan sejenis tumbuhan merambat dengan buah yang panjang dan runcing pada ujungnya serta permukaan bergerigi. Peria tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tegalan, dibudidayakan, atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan di pagar. Tanaman ini tumbuh merambat atau memanjat dengan sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak serta batangnya berusuk isma. Daun tunggal, bertangkai dan letaknya berseling, berbentuk bulat panjang, dengan panjang 3,5 - 8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkalnya berbentuk jantung, serta warnanya hijau tua. Bunga merupakan bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, mahkotanya berwarna kuning. Buahnya bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8-30 cm, rasanya pahit, warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan tiga daun buah.

Sayuran ini banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. Beberapa kandungan didalam antaranya yaitu Buahnya mengandung albuminoid, karbohidrat, dan pigmen. Daunnya mengandung momordisina, momordina, carantina, resin, dan minyak. Sementara itu, akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat, sedangkan bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial.

Khasiat dan Manfaat Paria

Khasiat serta manfaat yang bisa diambil dari paria bisa sebagai pengobatan penyakit diantaranya adalah obat gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat anti malaria, obat pencahar dan perangsang muntah, bahkan telah diekstrak dan dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal/jamu. Paria juga bermanfaat untuk merangsang nafsu makan,menyembuhkan penyakit kuning,memperlancar pencernaan, mencegah timbulnya penyakit kanker dan mengurangi risiko terkena serangan jantung ataupun infeksi virus, untuk menyembuhkan mencret pada bayi, membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan, menurunkan demam, mengeluarkan cacing kremi, serta dapat menyembuhkan batuk.

Baca juga cara mengobati diabetes

Manfaat Luar Biasa Dari Paria Sebagai Alternatif Cara Mengobati Penyakit Gula Secara Tradisional ternyata sudah digunakan sejak zaman purba. Penelitian yang dilakukan oleh William D.Torres pada tahun 2004 baik secara in vitro maupun in vivo yang telah membuktikan bahwa terdapat hipoglikemik yang berkhasiat mengurangi kandungan gula dalam darah dan air kencing. Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pankreas tubuh memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan deposit cadangan gula glikogen di hati. Momordisin, sejenis glukosida yang terkandung dalam paria juga mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu pankreas menghasilkan insulin.

Penemuan peria sebagai antidiabetes ini diperkuat oleh hasil penelitian ahli obat berkebangsaan Inggris, A.Raman dan C.lau pada tahun 1996 yang menyatakan bahwa sari dan serbuk kering buah paria menyebabkan pengurangan kadar glukosa dalam darah dan meningkatkan toleransi glukosa. Dalam ramuan tradisional, buah peria ditumbuk hingga menghasilkan cairan pahit atau merebus daun serta buahnya sehingga menghasilkan air yang dapat diminum secara langsung. Sebagai obat diabetes, buah peria dapat disajikan sebagai teh karena terbukti tidak memiliki efek samping terhadap sistem pencernaan sehingga tepat dikonsumsi oleh penderita yang mengalami konstipasi.

Cara Mengobati Penyakit Gula Darah Secara Tradisional

Mengkonsumsi buah paria sekali dalam seminggu juga termasuk langkap awal dalam pencegahan penyakit gula. Namun jika Ana sudah terlanjur mengidap penyakit gula, maka lakukanlah pengobatan minimal 2 atau 3 kali dalam seminggu konsumsi buah paria. Berikut ini cara atau metode pembuatan obat untuk mengatasi penyakit gula darah yaitu :

Sesuai selera Anda bisa membuatnya dengan merebus buah serta daunnya, lalu minumlah air rebusannya sehari 2 kali. Bisa juga dibuat jus, atau ditumbuk halus dan diambil air perasannya lalu diminum sehari 2 kali.

Semoga bermanfaat, :-)